Walikota Bandar Lampung Minta Semua Keluharan Lakukan Fogging

Walikota Bandar Lampung Minta Semua Keluharan Lakukan Fogging Source Picture : ilustrasi fogging/istimewa

 

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN. memerintahkan seluruh kecamatan dan kelurahan melakukan fogging dalam waktu dekat. Langkah antisipasi ini untuk meminimalisir penyebaran nyamuk Aedes Aegypti penyebar virus demam dangeu (DBD).


"Saya sudah perintahkan camat dan lurah untuk melakukan fogging di setiap kecamatan hingga kelurahan masing-masing," tegas Herman HN saat meninjau kantor pelayanan terpadu satu atap, Jumat (23/1/2015).


Jika nanti ada warganya yang terkena DBD, mantan Kadispenda Lampung itu menyarankan warganya untuk segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit umum maupun swasta terdekat. Sebab, Pemkot telah melakukan kerjasama dengan seluruh rumah sakit swasta dan umum daerah untuk pengobatan dan gratis rawat inap selama 5 hari di kelas III. "Jangan takut-takut gak ada biaya mau berobat atau rawat jalan. Semua sudah digratiskan khusus untuk warga yang gak terkover program BPJS. Tapi kita berharap tidak ada warga yang kena DBD," kata dia.


Disisi lain, Wali Kota Herman HN mengatakan turut bersimpati atas adanya kerusakan kendaraan yang tertimpa pohon tumbang di Jalan Gajah Mada RS Graha Husada, Rabu (22/1). Herman HN akan membantu korban yang kendaraannya rusak. "Ya nanti dibantu, kita lihat dulu," kata dia.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Amran mengatakan sejauh ini pihaknya baru menemukan satu laporan kasus DBD di Kecamatan Telukbetung Selatan. Menurut dia tim sudah diturunkan ke lokasi untuk memastikan apakah pasien benar terjangkit virus DBD atau bukan. "Sesuai instruksi pak wali kita sudah turun ke masyarakat, temuannya yang masuk ke saya baru satu di TBS. Kita turunkan petugas ke lokasi untuk mengecek apakah benar itu DBD atau bukan, sekaligus melakukan penyuluhan ke masyarakat," kata dia saat dihubungi.


Selain itu, Amran juga mengingatkan masyarakat melakukan 3 M (membersihkan, menguras dan menutup) tempat-tempat yang dapat menjadi tempat pembiakan nyamuk Aedes Aegepty. "Kalau ada tempat air terbuka harus ditutup, bak air sering dikuras sekali seminggu, supaya tidak muncul jentik nyamuk," terangnya.

Sumber : Lampost.co

Rudy Sugiyono

About the Author

Rudy Sugiyono

Shortlink : http://bandarlampungku.com/l5r226.bdl

Comments

    • Belum ada komentar pada artikel ini...