Tol Lampung Bakal Lintasi 70 Desa di 3 Kabupaten Provinsi Lampung

Tol Lampung Bakal Lintasi 70 Desa di 3 Kabupaten Provinsi Lampung Source Picture : Lampung Post/Zainuddin

 

Jalan tol Lampung yang mulai dibangun pemerintah akan melalui 70 desa di tiga kabupaten. Pemprov Lampung mulai membebaskan lahan yang akan dilalui tol Bakauheni, Lampung Selatan—Tegineneng, Pesawaran—Terbanggibesar, Lampung Tengah, dengan batas waktu empat bulan ke depan. 

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan PT Hutama Karya terkait percepatan pembangunan tol Lampung ini. "Pembangunan tol ini sudah banyak yang tidak sabar, termasuk Presiden juga meminta agar sesegera mungkin ground breaking—pemasangan tiang pancang—bisa segera laksanakan," kata Ridho, di sela-sela acara serah terima dokumen jalan tol Lampung, di ruang rapat utama kantor Gubernur Lampung, Jumat (13/2). 

Penyerahan dokumen oleh Direktur Bina Teknik Bina Marga Kementerian PU Subagyo itu juga disaksikan perwakilan PT ASDP Cabang Bakauheni, Komisi V DPR, dan seluruh pihak terkait. 
Gubernur menargetkan pembebasan lahan bisa dilakukan lebih cepat setelah penyerahan dokumen ini. Pembebasan lahan itu bakal melewati daerah-daerah padat penduduk, terutama di Kabupaten Lampung Selatan. "Pembebasan lahan itu nantinya melintasi 3 kabupaten, 18 kecamatan, dan 70 desa. Pemprov akan membuat dua tim untuk melaksanakan pembebasan," kata Gubernur.

Kemudian, Gubernur juga meminta tim segera menindaklanjuti dengan sosialisasi untuk kemudian membekukan transaksi jual beli tanah di wilayah itu. Dalam limit waktu empat bulan yang diberikan untuk pembebasan lahan, Pemprov telah melakukan persiapan matang.
"Target semester pertama ini adalah untuk ground breaking oleh Presiden bisa diwujudkan, apa yang jadi ranah provinsi bisa langsung dikerjakan," katanya. 

140 Kilometer
Direktur Bina Teknik Bina Marga Kementerian PU Subagyo mengatakan tanah yang dibebaskan dari Bakauheni hingga Terbanggibesar kurang lebih 140 km dengan lebar 120 meter. "Tadinya lebar cuma 60 m, tetapi ada permohonan dari pihak-pihak lain supaya bisa sinergi dengan pembangunan rel kereta api dan utilitas. Maka, kami diminta untuk membebaskan selebar 120 meter dalam kondisi datar," kata Subagyo.

Kementerian PU meminta Pemprov Lampung dapat menetapkan lokasi. "Secara aturan, Gubernur punya waktu empat bulan untuk dapat menyelesaikan pembebasan lahan tersebut. Akan tetapi, di Sumsel pembebasan lahan hanya memakan waktu cukup dua bulan," katanya.
Dana untuk pembebasan lahan itu, pemerintah menganggarkannya pada APBN 2015 dengan total Rp7,4 miliar untuk seluruh jalan tol se-Indonesia. "Tahun ini kami harus membebaskan lahan, khususnya tol di Manado, lintas Jawa, dan Sumatera," ujar Subagyo.

Sumber : Lampost.co

Rudy Sugiyono

About the Author

Rudy Sugiyono

Shortlink : http://bandarlampungku.com/l6r721.bdl

Comments

    • Belum ada komentar pada artikel ini...