Tegineneng - Panjang, 360 Lubang di Jalan Mengintai Pengendara

Tegineneng - Panjang, 360 Lubang di Jalan Mengintai Pengendara Source Picture : Tribun Lampung

 

Meskipun memiliki fungsi baik untuk menghubungkan wilayah, jalan raya ternyata memberikan efek negatif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ada 100.106 kecelakaan lalu lintas (lakalalin) terjadi sepanjang 2013. Dari jumlah itu, sebanyak 26.416 orang korban kecelakaan meninggal dunia.

Selain kelalaian pengguna jalan, faktor lakalalin berasal dari infrastruktur jalan yang tak mumpuni. Kondisi kerusakan infrastuktur jalan pun tampak di jalan yang berstatus jalan nasional di Lampung.

Status jalan nasional diberikan untuk jalan yang menghubungkan antarprovinsi. Untuk mengetahui kondisi kerusakan jalan, Tribun Lampung pada Rabu (14/1), melakukan penelusuran di tiga ruas jalan di Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera, yaitu Jalan Raya Branti, Jalan Raya Haji Mena, dan Jalan Soekarno-Hatta (Bypass). Ketiga ruas jalan tersebut merupakan jalan dengan dua jalur dan empat lajur.

Penelusuran dilakukan di satu jalur dengan titik awal di ujung selatan Jembatan Way Sekampung, Tegineneng, hingga ujung Jalan Soekarno-Hatta di Kelurahan Pidada, Panjang, Bandar Lampung.

Di tiga ruas jalan sepanjang 40 kilometer (km) tersebut, setidaknya ada sekitar 360 titik, di mana kondisi jalan tidak mulus. Ketidakmulusan tersebut terjadi karena adanya lubang, tambalan aspal yang tidak rata, hingga aspal bergelombang.

Lubang yang menganga memiliki diameter antara 10 centimeter (cm) sampai dua meter. Sementara, kedalaman lubang berkisar 10 cm hingga 30 cm. Lubang dengan diameter lebih dari 30 cm terlihat di depan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Tanjungkarang, ujung selatan jembatan di depan Asrama Haji Bandar Lampung, depan Rumah Sakit Immanuel, dan simpang empat Kali Balok.

Sumber : Tribun Lampung

Rudy Sugiyono

About the Author

Rudy Sugiyono

Shortlink : http://bandarlampungku.com/l4r992.bdl

Comments

    • Belum ada komentar pada artikel ini...