Sekura,Tradisi Masyarakat Lampung Pesisir

Sekura,Tradisi Masyarakat Lampung Pesisir Source Picture : Followers @bandarlampung

Sekura adalah tradisi asli masyarakat Lampung Pesisir seperti pada kecamatan Kebun Tebu, Lampung Barat dan juga daerah pesisir lainnya. Sekura yang berarti topeng atau penutup wajah atau merubah penampilan yg menggambarkan berbagai bentuk sifat dimuka bumi ini. Dahulu. sekura merupakan pakaian yg digunakan saat peperangan oleh masyarakat lampung. Sekarang, Sekura dikenakan pada hari-hari besar seperti Idul Fitri, atau pada acara pertemuan Muli-Mekhanai antar pekon.

Sekura dibagi 2 kelompok, Sekura Betik (helau/indah) dan Sekura Kamak (kotor). Sekura Betik penampilannya helau (indah) lucu, bersih. Menghibur, menggunakan kaca mata. Semua kostum dari kain panjang.Biasanya penutup kepala menggunakan SELINDANG MIWANG (sebutan kain khas masyarakat Lampung Barat). Sekura betik tidak berhak mengikuti panjat pinang di puncak acara, hanya sebagai penggembira. Sedangkan Sekura Kamak memiliki penampilan kotor. ini adalah kelompok inti, bisa disebut sebagai “jawara”. Kamak (kotor) adalah ciri sekura ini, yaitu dari bahan2 alami (tumbuh-tumbuhan) yg membaluri tubuh mereka yang akan menjadikan penampilan mereka lebih unik, dengan pakaian kotor, aneh dan lucu. Sekura kamak berhak memanjat pinang yg tlh ditentukn. Brsaing & bkerjasama brkelompok mncapai puncak & menjadi jawara/pemenang

Puncak acara sekura adalah panjat pinang secara berkelompok, beguai jejama (gotong royong) Pesta sekura menggambarkan suasana kegembiraan & kebebasan berkreasi dlm kebersamaan kelompok. Tradisi ini bertujuan untuk mempererat silaturahim antar warga.

 

Source : @KelilingLampung, #BDLcrew, Followers @bandarlampung

Ryan Januar Sherty

About the Author

Ryan Januar Sherty Connect, Share and Get idea. Amateur web and creative designer. Juru ketik. Antithesism.

Shortlink : http://bandarlampungku.com/l1r742.bdl

Comments

    • Belum ada komentar pada artikel ini...