Pemkot Bandar Lampung Tebang Reklame Liar

Pemkot Bandar Lampung Tebang Reklame Liar Source Picture : Salah satu reklame liar di Jalan Teuku Umar, yang

 

Dinas Tata Kota (Distako) Bandarlampung kembali melakukan penertiban terhadap tiang-tiang reklame tak berijin. Kali ini sebanyak lima tiang reklame yang ditebang oleh distako.

Yaitu di jalan Arif Rahman Hakim sebanyak 2 tiang, jalan Morotai 1 tiang, dan jalan Ratu Dibalau sebanyak 3 tiang. 

Kabid Pengawasan Distako Dekrison mengatakan, tiang reklame ini ditebang karena kondisinya sudah buruk. Dikhawatirkan akan membahayakan pengguna jalan atau pejalan kaki jika dibiarkan.

"Tiang reklame yang kita tertibkan ini kondisinya sudah buruk, tidak ada lagi papan reklamenya. Hanya tiangnya saja dan sudah berkarat. Juga tidak jelas siapa pemiliknya.Makanya kita lakukan penertiban dengan menebang tiang reklame tersebut," terang Dekrison, di kantornya, Selasa (16/09).

Selain itu, pihaknya juga mengaku tengah melakukan pengiriman surat teguran kepada pihak  advertising selaku pemilik papan reklame yang ada di depan kantor PTPN 7, jalan Teuku Umar. Karena papan reklame berada tepat di tengah median jalan.

"Pemasangan reklame di tengah median jalan termasuk pelanggaran. Makanya kita sudah surati pihak advertisingnya untuk melakukan penebangan sendiri. Seperti diketahui pemiliknya adalah AD Style Advertising," kata Dekrison.

"Sekarang sudah masuk surat peringatan kedua. Nanti jika tidak direspon juga akan kita kirimkan surat peringatan ketiga. Jika tidak juga maka terpaksa kita yang tebang. Tapi kita minta supaya pihak advertising ini bersikap kooperatif dengan melakukan penebangan sendiri terhadap papan reklamenya yang melanggar," paparnya.

Ditambahkan Dekrison, bahwa tidak hanya satu papan reklame ini saja yang melanggar. Tapi ada beberapa lainnya. Yaitu milik CV Dinamis. Namun pihak advertising yang bersangkutan telah melakukan penebangan sendiri terhadap papan reklame tersebut.

 "Kamis depan kita akan aksi lagi dengan melakukan penyisiran dan melakukan penertiban terhadap reklame liar. Terutama untuk reklame-reklame kecil. Pasti langsung kita tebang. Kalau yang besar-besar kita surati supaya menebang sendiri papan reklamenya," kata dia.

Dan Dekrison pun mengimbau kepada pihak advertising untuk memberikan stiker nama perusahaan dibagian bawah papan reklame. Supaya saat melakukan penertiban bisa diketahui siapa pemiliknya dan agar tak dianggap reklame liar.

Sumber : Bandar Lampung News

Rudy Sugiyono

About the Author

Rudy Sugiyono

Shortlink : http://bandarlampungku.com/l3r926.bdl

Comments

    • Belum ada komentar pada artikel ini...