Jalan Lintas Barat di Pesisir Barat Rusak Akibat Truk Batu Bara

Jalan Lintas Barat di Pesisir Barat Rusak Akibat Truk Batu Bara Source Picture : Istimewa

 

Tidak hanya di Kabupaten Way Kanan, kerusakan jalan akibat dilintasi kendaraan berat pengangkut batu bara juga terjadi di Kabupaten Pesisir Barat.Pasalnya hingga kini fuso pengangkut batu bara berkapasitas 20 ton keatas masih sering lewat Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Kabupaten Pesisir Barat. 

Akibatnya Jalinbar yang hanya bisa menampung kendaraan maksimal 8 ton tersebut, setiap saat selalu mengalami kerusakan, meski baru selesai dibangun. "Pemerintah harus segera menertibkan truk pengangkut batu bara yang berkapasitas di atas 20 ton karena Jalinbar tidak memenuhi syarat. Jalan cepat rusak, baru dibangun rusak lagi," kata Lekat Hidayat dan Nasrun,warga Kecamatan Way Krui, Jumat (6/2).

Menurut mereka, sesering apa pun pembangunan yang dilakukan pemerintah jika tidak diiringi pembatasan kapasitas kendaraan yang melintasi Jalinbar, kerusakan jalan akan terus terjadi. Jika alasan keterbatasan anggaran yang ada untuk membangun jalan yang mampu menahan beban truk batu bara yang mencapai 30 ton, pemerintah semestinya menerapkan peraturan tegas kepada kendaraan yang lewat dan melebihi kemampuan jalan.

Belum faktor lain penyebab kerusakan jalan, yakni dugaan pelaksanaan pembangunan yang tidak maksimal menyebabkan kerusakan cepat terjadi. "Kendaraan yang lewat melebihi kemampuan jalan, ditambah dugaan pengerjaan proyek pembangunan jalan tidak maksimal, ya makin cepat kerusakan yang terjadi," kata Lekat yang diamini Nasrun.

Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Pesisir Barat, Cahyadi Muis, menjelaskan pihaknya memang segera memberikan sanksi tegas kepada truk yang mengangkut batubara di atas kapasitas jalan. Kini pihaknya masih dalam proses pengumpulan bahan dan data termasuk melakukan studi banding ke wilayah kabupaten dan provinsi lain, untuk kemudian dijadikan bahan membuat peraturan daerah oleh Pemkab dan DPRD setempat, yang menjadi landasan hukum petugas Dishub bekerja dilapangan.

"Pekan ini kami akan studi banding ke Baturaja dan Muara Enim untuk mengumpulkan bahan sebagai acuan pembuatan perdatentang a pelarangan angkutan batu bara yang melebihi tonase saat melintasi jalan nasional lintas barat di wilayah Kabupaten Pesisir Barat," kata Cahyadi, kemarin. 

Sumber : Lampost.co

Rudy Sugiyono

About the Author

Rudy Sugiyono

Shortlink : http://bandarlampungku.com/l6r331.bdl

Comments

    • Belum ada komentar pada artikel ini...