Geliat Bisnis Wisata di Teluk Kiluan

Geliat Bisnis Wisata di Teluk Kiluan Source Picture : Deixi

 

Pesawaran:Heboh iklan penjualan Pulau Kiluan justru dianggap berkah bagi warga di Teluk Kiluan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Sejak iklan penjualan itu terungkap, jumlah wisatawan yang berkunjung ke teluk kecil di mulut Teluk Semaka itu meningkat. (Baca:Investor Asing Boleh Berbisnis di Pulau Kecil )

“Ada peningkatan sepuluh persen pada hari-hari biasa. Itu berkah bagi kami,” kata Andi Mapa, salah seorang pegiat ekowisata di Desa Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus, Kamis, 4 September 2014.

Menurut Andi, kebanyakan mereka datang lantaran rasa penasaran dengan keberadaan pulau yang dimiliki oleh seorang pengusaha asal Kabupaten Pesawaran itu. Pondokan dan sewa perahu menjadi penopang ekonomi warga desa itu yang letaknya sekitar 12 jam lebih ke Kotaagung, pusat pemerintahan Kabupaten Tanggamus.

“Wisata sudah menjadi pendapatan kedua kami setelah mencari ikan,” kata lelaki yang juga menjadi polisi bagi lumba-lumba di perairan Teluk Semaka.

Mereka yang datang dalam dua pekan terakhir adalah para pemburu berita, juru foto, pengusaha hingga pejabat dari Jakarta. Wisatawan dadakan itu setidaknya harus tinggal dua malam di obyek wisata unggulan Provinsi Lampung itu. Harga sewa per kamar di desa itu dikerek Rp 250 ribu per malam. Berkah lain adalah sewa perahu menuju ke pulau dengan kemolekan pasir putih dan gugusan karang itu. (Baca:Pemerintah Bantah Pulau Kumbang Dijual).

http://marotravel.com/wp-content/uploads/2014/01/travel-teluk-kiluan-murah.jpg

Foto : Deixi

Pulau Kiluan memiliki luas tidak lebih dari 3 hektare. Pulau itu dikelilingi pasir putih nan elok berikut gugusan karang di punggung pulau. Air laut yang masih jernih dan bersih selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk menyambangi pulau itu selepas menyaksikan aktraksi lumba-lumba liar di Teluk Semaka. “Pulau itu milik Pak Abas, tokoh adat dari Kabupaten Pesawaran. Kami tidak tahu bagaimana sejarah kepemilikan pulau itu,” ujar Andi.

Di atas pulau itu terdapat dua unit bangunan dari kayu yang terdiri dari delapan kamar. Setiap kamar berukuran 3 x 4 meter dan 4 x 6 meter. Dengan harga sewa Rp 250 ribu per malam, tentu hanya mendapatkan fasilitas seadanya. “Setiap penyewa mendapatkan kamar tidur dan listrik yang hanya sampai jam sepuluh malam,” kata salah seorang penjaga pulau yang enggan disebut namanya.

Pria yang sehari-hari bertugas menyapu dan menjaga pulau itu mengaku tidak tahu tentang iklan di internet. Dia mengaku kaget ketika banyak orang yang datang hanya menanyakan kepemilikan pulau dan rencana penjualan.

http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/04/ae/83/6e/teluk-kiluan.jpg

“Saya tidak tahu. Pemilik tidak pasti. Kadang dua pekan sekali untuk mengambil uang sewa pondokan,” katanya. (Baca:Pemerintah Ingin Raja Ampat Jadi World Heritage0

Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan juga mengaku kaget dengan iklan penjualan pulau itu. Dia sudah mengusulkan rencana pemerintah daerah untuk membeli pulau itu agar bisa dikelola pemerintah. “Saya akan coba usulkan untuk membeli itu pulau. Tentu semua harus dibicarakan dengan anggota legislatif karena terkait anggaran yang tidak sedikit,” kata dia.

Selain mengusulkan pembelian pulau, dia juga akan menanyakan kepada Badan Pertanahan Nasional terkait status kepemilikan lahan. Dia menduga pulau itu tadinya dimiliki oleh sejumlah orang namun belakangan dikuasai oleh satu orang. “Bisa jadi begitu,” katanya.

Sumber : Tempo

Rudy Sugiyono

About the Author

Rudy Sugiyono

Shortlink : http://bandarlampungku.com/l3r016.bdl

Comments

    • Belum ada komentar pada artikel ini...