Dalam Tiga Bulan, Empat Gajah di Lampung Mati Mendadak

Dalam Tiga Bulan, Empat Gajah di Lampung Mati Mendadak Source Picture : Ananda Putri Laras

 

Pusat Konservasi Gajah, Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, Lampung, sedang dalam situasi Siaga I. Pasalnya, sepanjang November 2014 hingga Januari 2015,  empat gajah (Elephas maximus) di kawasan itu mati mendadak
 
“Dokter TNWK sudah mendiagnosanya, dan hasilnya gajah-gajah tersebut mati karena virus Elephant Endoteliotropic Herves Virus,” ujar Kepala Seksi III TNWK sekaligus Kepala PKG Antonius Fevri, Kamis, 5 Februari 2015.
 
Situasi Siaga I ini ditetapkan karena kasus ini baru pertama kali terjadi di Lampung. Selain itu, virus ini lebih banyak menyerang gajah berusia 3-8 tahun atau masih bisa dikatakan menyerang anakan gajah.
 
Anakan gajah jinak di TNWK kini berjumlah 16 ekor, sehingga bisa disimpulkan bahwa virus tersebut telah menyerang 25 persen anakan gajah yang berusia di bawah 10 tahun.

“Kasus ini tentu sangat mengkhawatirkan jika terus dibiarkan,” katanya.
 
Menurut Antonius, virus ini termasuk virus ganas yang dengan cepat menyerang gajah. “Tiga gajah yang mati pertama pada bulan November 2014 mati kurang dari 24 jam setelah menderita gejala virus tersebut, yakni tubuh lemas dan lidah berwarna biru pekat, dan suhu tubuh sangat dingin,” ujar Antonius.
 
Guna mencegah penyebaran virus ini, pihak TNWK langsung membakar tubuh gajah yang mati. Selain itu, pengawasan terhadap gajah juga diperketat. Pengecekan kondisi gajah dilakukan dua kali sehari, dengan dua sif dokter hewan yang berjaga.
 
“Gajah dewasa dan anak-anak pun akan dipisah. Karena menurut penelitian, virus ini turunan dari gajah dewasa, namun karena sistem kekebalan tubuh gajah dewasa lebih kuat, maka virus ini menyerang gajah anakan,” kata Antonius.

Sumber : VIVA

Rudy Sugiyono

About the Author

Rudy Sugiyono

Shortlink : http://bandarlampungku.com/l5r954.bdl

Comments

    • Belum ada komentar pada artikel ini...